Kisah Inspiratif Berbagi Makanan Kepada Orang Gila 

 

Mungkin dari kamu semua akan tertawa geli mengenai hal ini karena berhubungan dengan orang tidak waras atau gila. Namun jangan anggap remeh kebaikan berbagi yang tiada tara ini. Karena ini benar-benar misteri untuk menjadikanmu semangat dalam berbagi.

Kisah ini berawal pada malam hari, dimana kerabatku itu mengajak aku untuk makan malam di warung. Kemudian ia meminta untuk membungkusnya 1 bungkus nasi lagi. Dan setelah makan, baru ia mengajak aku untuk mengantarkannya ke sebuah tempat.

Tempat tersebut ternyata adalah taman bunga yang berada di tengah – tengah kota kecil di kampungku. Ia mengajakku menelusuri tepian jalan dengan perlahan. Kemudian tibalah pada tempat yang dituju. Aku pun awalnya acuh dan tidak memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh kerabatku tersebut.

Saat aku menoleh ke arah kerabatku, ternyata aku di kejutkan dengan sesosok orang gila di sampingnya. Tubuhnya seakan tidak terawat. Semua badannya seperti kotor. Dan rambutnya acak-acakan tidak tertata. Bahkan membuatku lesu untuk menemani kerabatku saat itu.

Namun, perasaan lesu itu berubah 180 derajat. Karena aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa kerabatku memberikan makanan yang telah dibungkus tadi tanpa rasa takut. Justru aku melihat penuh kasih sayang dan rasa iba.

Dan paling membuatku takjub adalah orang gila tersebut sejenak seperti tidak kelihatan gila, ia seperti mengenali kerabatku dengan sangat dekat. Bahkan mungkin ia menganggapnya sahabat. Kemudian setelah selesai, kerabatku mengajakku untuk pulang.

Takdir & Hikmah Berbagi Pada Orang Gila

Sekitar satu bulan, kerabatku mengalami sakit paru-paru, dan harus dirujuk ke rumah sakit di surabaya. Namun takdir berkata lain, kerabatku dikabarkan meninggal dunia. (Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..)

Ada peristiwa yang menurutku tidak biasa pada saat itu dan mungkin itu juga yang dinamakan hikmah. Saat almarhum dikebumikan, “Aku melihat orang gila yang pernah di kasih makan oleh almarhum, ternyata juga berada di tepi jalan area pemakaman.” Padahal jarak dari tempat nongkrong orang gila ini menuju area pemakaman itu berjarak cukup jauh. (Pikirku ini mustahil..)

Saking penasarannya, aku juga langsung bertanya kepada saudaraku dan kerabatku yang lain mengenai orang gila tersebut. Kemudian ada salah satu dari kerabatku yang lain menjawab bahwa “Sang almarhum hampir setiap malam memberi makan orang gila tersebut”.

Nah sejak itulah aku sejenak menganggukkan diri dan bertasbih kepada Allah SWT mengenai Hikmah ini. Hikmah dimana sesosok orang yang gila atau tidak waras ternyata juga memiliki ikatan yang kuat kepada seseorang yang berbuat baik padanya.

Dan bahkan mungkin juga mendoakan disaat terakhirnya. Insyaallah jika benar maka doa orang gila tersebut yang bakal dikabulkan melebihi amalan amalan yang lain. wallahu a’lam.. aku langsung menjadikan ini adalah pelajaran hidup berhargaku dalam bersemangat lagi untuk semangat dalam berbagi kebaikan di dalam masa-masa kehidupanku.

Berkat Digital, Berbagi di Era Baru pun tetap Semangat

Kisah berbagi kepada orang gila yang dilakukan oleh almarhum salah satu kerabatku itu merupakan langkah dan penguat hati agar senantiasa selalu semangat dalam berbagi kebaikan. Karena pada dasarnya berbuat kebaikan ini konteks nya sangat luas sekali. Terlebih pada zaman teknologi seperti sekarang ini, dimana merupakan zaman modern yang dipenuhi dengan digitalisasi. 

Hampir seluruh manusia saat ini dikarunia smartphone, dimana secara normal merupakan alat komunikasi yang dibarengi dengan kecanggihan sehingga dapat mengakses informasi serta ilmu pengetahuan secara mudah melalui konektifitas internet.

Kehadiran smartphone ditengah-tengah kita memang memberikan 2 sisi yang berbeda tergantung kita menyikapi dan menggunakannya. Di satu sisi merupakan keberkahan dan disisi lain merupakan kemudharatan.

Untuk sisi yang mudharat tersebut dimana manusia telah menggunakan smartphone tidak sebagai mana mestinya dan bahkan merugikan orang lain seperti misalnya: Membuat kabar palsu atau berita bohong, mencuri data pribadi orang lain atau bahkan ada yang menipu orang lain dengan embel-embel jualan online.

Sedangkan smartphone yang membawa berkah yaitu menggunakan media smartphone di jalan yang di syariatkan agama, seperti: Berbagi kebaikan, Bersedekah, Berdonasi Online untuk pengembangan ummat, pendidikan, dan banyak lagi.

Berbagi di Era Baru Cukup Melibatkan Internet

Tentu setiap orang memiliki banyak sekali kebaikan yang di lakoninya setiap hari. Ada yang menyimpan rapat-rapat amal kebaikannya dan ada pula yang menampilkannya kepada khalayak ramai agar dapat menjadi jembatan syi’ar agama untuk mengajak kepada kebaikan.

Kalau ditanya tentang gimana aku menyikapinya? aku tidak perlu pusing-pusing memikirkan hal ini. aku lebih cenderung terbuka dan lebih dominan untuk menampilkan kebaikan walau itu bernilai kecil sekali.

Eh, namun jangan salah,, aku juga menyimpan rahasia kebaikan lainnya yang tersimpan rapat-rapat juga lho ya.. hehe.. jadi intinya aku selalu menyeimbangkan keduanya dan atas ijin allah SWT.

Dan berhubung saat ini kita berada di kondisi New Normal maka memang lebih baik berada di dalam rumah dan semangat berbagi pun bisa dilakukan di dalam rumah walau rebahan sekalipun.

Kesimpulannya

Kisah Inspiratif Berbagi Makanan Pada Orang Gila telah menjadi pelajaran hidup bagi aku. Sehingga dapat membakar semangat untuk senantiasa berbagi kepada yang lainnya terutama di masa Era Baru dengan cara melibatkan internet sebagai media untuk berbagi.