Liburan Penuh Makna Di “Kota Tua & Monas” Hingga Pencarian OYO Hotel

Ini adalah Kisahku bersama ketiga srikandiku saat Liburan Penuh Makna Di “Kota Tua & Monas” Hingga Pencarian OYO Hotel pada malam hari.

“Libur telah tiba.. hore.. hore.. hatiku gembira..” pasti tidak asing lagi di telinga kita lirik yang begitu sangat familiar tersebut. menandakan betapa pentingnya liburan untuk umat manusia yang masih bernyawa dan bercanda tawa.

Aku adalah wirausahawan yang sebenarnya selalu libur. karena aku tidak kerja kantoran seperti karyawan yang menerima gaji bulanan. dan aku juga tidak mempunyai ikatan waktu dengan bos atau pimpinan di kantor yang memberikan batasan waktu untuk libur kerja seperti ada yang 1 hari, 2 hari atau bahkan ada yang tidak libur sama sekali. sama seperti pepatah “hidup untuk bekerja”.

Namun berbeda dengan istriku. istriku yang aktif bekerja sebagai dosen di universitas di tangerang selatan statusnya saat ini memang memiliki ikatan waktu dan hanya memiliki waktu Libur pada hari “Kamis” dan “Minggu”. Jadi untuk liburan keluarga kecilku itu mengikuti jadwal libur dari istriku tersebut.

Satu hari sebelum liburan, aku selalu mencuci dan membersihkan motor agar kinclong dan enak rasanya ketika dipakai untuk menunggangi ketiga srikandi tercintaku.

Hari kamis pun telah datang. seperti biasa, menjadi rutinitas keluargaku untuk berlibur untuk melepaskan rasa jenuh, bermain dengan dua srikandi, memadu kasih dengan istri tercinta melalui kebahagiaan yang didapatkan melalui liburan.

Namun hal yang di impikan dan direncanakan gagal total karena hujan membasahi motor dan cukup lama sekali. rencana liburan pun di cancell dan hanya digunakan untuk mencoba produktif di dalam rumah. Istri tidak kehabisan ide, langsung menuju dapur untuk membuat camilan disertai teh hangat untuk menemani saat hujan,

Tepat pada sore hari, aku merasa bosan dan jenuh. ketika melihat keluar rumah ternyata langit telah puas meneteskan air matanya. aku pun berinisiatif untuk melanjutkan liburan kali ini. aku memberikan opsi liburan 2 pilihan kepada istriku. mau ke Monumen Nasional atau ke Kota Tua? Dan istriku memilih keduanya.

Baiklah, nanti setelah sholat maghrib kita keliling ke Kota Tua, kemudian dilanjutkan ke Monas. Setelah semuanya siap, maka kita berempat naik motor ke kota tua tersebut. Dan ternyata ada banyak cerita saat liburan ke kota tua kali ini dan menurutku ini adalah moment seru yang cikal bakal selalu dikenang oleh aku dan ketiga srikandiku.

Apa Saja Hal Seru Tersebut?

1. Berhenti Sampai 5 kali untuk menuju Kota Tua

Pertama, cuaca sangat tidak mendukung kala itu. ada sekitar 5x pemberhentian hanya untuk berlindung dari tangisan langit yang belum puas puasnya dari pagi hari. Seakan, langit ingin bercanda denganku dan dengan ketiga srikandiku.

Sebagai informasi: Jarak antara rumah ke kota tua hanya sekitar 5 kilometer. dan biasanya ditempuh dalam waktu maksimal 1 jam.

Namun berbeda dengan Liburanku kali ini yang justru membutuhkan waktu sekitar 2 Jam hanya untuk ke Kota Tua. Selama pemberhentian, aku selalu mengajarkan kepada ketiga srikandiku bahwasanya ada pesan dan faedah tersendiri atas setiap diturunkannya Hujan.

Jangan pernah mengeluh karena kita tidak pernah tahu bahwa melalui Hujan lah bau pesing di sekitaran monas akan semakin sirna, melalui hujan lah rasa panas yang setiap saat orang jakarta keluhkan setiap hari kini menjadi dingin segar. atau bahkan berkat hujan juga ada seseorang yang selamat dari bencana karena tertahan tidak keluar rumah dan masih banyak lagi hakekat hujan.

Setelah di perjalanan yang kelima maka tiba pun kita di Kota Tua. aku pun memarkir kendaraan dengan biaya parkir 5 ribu rupiah pas di samping halte busway.

dan ketika naik, ada sesosok seperti orang menyapu lantai dengan memakai topi pantai berwarna putih keabuan, kaos oblong berwarna orange muda serta celana abu abu.

dan ternyata ketika kami dekatin itu adalah sebuah patung. entah karya siapa patung tersebut, yang jelas patung tersebut sangat memiliki banyak arti seperti “Kebersihan wajib selalu dijaga selama di wilayah Kota Tua“.

2. Uang tunai di dompet ternyata tinggal 5 ribu rupiah!

Tidak enak rasanya jika liburan tapi uang dalam dompet terbilang miris karena lupa ambil uang. untung di dalam kota tua tersebut ada minimarket. dan akupun melakukan penarikan uang tunai di mesin ATM yang ada di minimarket tersebut.

Aku juga membeli banyak sekali camilan dan minuman agar ketiga srikandiku tidak kehausan. semua dikumpulin di keranjang belanja, dan ternyata ketika membayar total belanjaan sangat fantastis. aku lihat struk pembelian harganya hampir 2 sampai 3 kali lipat dari minimarket biasanya.

Wow.. ini keseruan yang bakal diingat sepanjang masa. dan sejenak aku berpikir: Betul saja harganya beda, karena pajak tokonya pasti super mahal yang mengakibatkan seluruh barang yang dijual juga ikutan mahal. tapi tidak apa apa.. daripada ketiga srikandiku kehausan? harga nomor sekian bagiku.. hehe..

3. Mengabadikan Momen Bahagia di Kota Tua!

Keseruan berikutnya adalah aku dan ketiga srikandiku mengabadikan momen special ditengah cuaca yang sedang gerimis. Kita berfoto ria dengan pekerja yang pekerjaannya sangat mulia sekali walau harus seluruh badannya di cat untuk sebuah pekerjaan.

Mungkin tema yang diambil adalah tentang membela tanah air dan pahlawan indonesia. karena dibelakang ada bendera merah putih yang sangat suci dan martabat nya selalu kita junjung tinggi.

Kami berfoto dengan memakai topi perang, pistol atau senjata perang layaknya berperang melawan penjajah. aku pun juga memberikan pembelajaran setelah pengambilan foto tersebut dilakukan.

Aku berkata pada ketiga srikandiku: “Coba lihat abang yang rela badannya di cat itu.. ia tidak pernah mengeluh.. ia sangat bahagia dengan profesinya.. ia sangat totalitas dalam menghibur seluruh pengunjung yang hendak berfoto dengannya.. ia adalah sosok inspiratif bagi kita semua yang alhamdulillah masih bisa dijadikan sebagai penikmat dan pengunjung.. hasil jerih payahnya dan kerelaannya hanya untuk membahagiakan keluarganya dirumah.. masihkah kita mengeluh terhadap suatu kondisi yang belum tentu orang lain seperti kita? bersyukur adalah hal penting untuk menujukkan bahwa kita diberikan kebahagiaan..” Dan kami sangat bahagia menikmati kota tua ini dan tidak perduli akan gerimis yang membasahi baju pakaian kami..

4. Menikmati Alunan Musik dengan kerumunan Pengunjung!

Keseruan berikutnya adalah kami menikmati musik alunan musik yang ada di kota tua. Di Kota tua ada 3 spot musik secara Live. Spot 1 untuk musik Pop, Spot 2 untuk musik bergenre Rock dan Spot yang ke 3 adalah bergenre Reggae.

Aku mengajak ketiga srikandiku untuk menikmati alunan musik di Spot yang 1 yaitu Musik Pop. Sambil menikmati camilan yang telah aku beli di minimarket tadi, membuat kami sangat seru dalam liburan yang penuh makna ini.

Sekitar 15 menit kami menikmati alunan musik, maka tiba saatnya untuk mengahabiskan hari libur kali ini dengan mengunjungi Monas (Monumen Nasional)

Waktu telah menujukkan Jam 20.15 WIB. Ketika hendak beranjak dari Kota Tua, tiba-tiba aku kepikiran: Coba ada hotel yang enak, murah, fasiltasnya lengkap dan tentunya yang dekat dengan kota tua ini.. pasti liburan makin seru lagi.. Akupun langsung mencoba mencari tahu, kebetulan juga di instagram ada yang merekomendasikan OYO Hotel. dan mulailah untuk melanjutkan pencarian seputar OYO Hotel di wilayah yang dekat dengan Kota Tua Jakarta tersebut sekalian menuju Ke Monas.

Akupun Menemukan OYO Hotel Tersebut!!

Dan tepatnya di Kiri Jalan aku menemukan OYO Hotel tersebut karena Neonbox yang menempel pada dinding depan hotel begitu keren dan terang apalagi di malam hari. aku pun mengabadikan moment ku dengan berfoto di depan OYO Hotel tersebut dengan tulisan OYO TOWN HOUSE.

Dan aku berharap bisa untuk menginap di Hotel yang saat ini sedang banyak di rekomendasikan temen – temen aku yang mayoritas Travelers Blogger. Temanku merekomendasikan karena saat ini OYO Hotel selaku Hotel Murah di Jakarta akan memberikan diskon 70%.

Apa yang hendak aku lakukan jika benar-benar OYO Hotel memberikan diskon tersebut? ya tentu saja, aku akan mengajak liburan ketiga srikandiku untuk keliling ke seluruh pusat wisata yang ada di Jakarta. Baik itu merupakan Tempat Wisata Bermain, Cagar budaya dan Tempat Liburan lainnya seperti nonton bioskop dan banyak lagi.

Informasi dari temen temenku tersebut tidak aku terima secara mentah tanpa adanya suatu kepastian dan kebenaran yang nyata. aku pun langsung melihat dan bernavigasi di Websitenya OYO Hotel dan ternyata benar adanya, bahwa OYO Hotel merupakan Hotel Terbaik yang ada di indonesia dan telah tersebar di penjuru tanah air.

Setelah mengabadikan Foto dengan OYO TOWN HOUSE aku pun melanjutkan perjalanan ke Monas. Lantas apakah ada keseruan di perjalananku ke Monas?

1. Anak Tidur Di Motor!

Foto Tersebut adalah foto disaat kami menikmati indahnya langit jakarta dan bagunan megah pada malam hari. Terlihat di daerah monas khususnya di depan sebelum masuk parkiran, semuanya steril dan bersih. aku acungkan jempol buat para pekerja yang setiap harinya selalu membersihkan tempat tersebut agar senantiasa bersih.
Tahukah kamu, dari oyo town house tadi hingga monas, anakku yang duduk dibangku depan itu Tidur. Dan selama berkendara di Jalan aku senantiasa hati-hati, karena bisa dibayangkan “Betapa Susahnya menyetir ketika anak yang duduk di depan sedang tidur pulas”

2. Menikmati Acara Pagelaran Musik!

Setelah sampai monas dan masuk ke parkiran, maka saatnya menikmati berbagai keseruan yang disajikan pada malam itu. seperti diantaranya adalah Pagelaran Musik.
Sambil mendengarkan musik, aku belikan ketiga srikandiku minuman yang segar agar semangat kembali menikmati liburan.
Namun ada yang aku sesalkan ketika berada di tempat tersebut yaitu “Mayoritas pengunjung tidak peduli akan kebersihan. dan terbukti banyak sampah berserakan di area tersebut..” sungguh ketidak sadaran yang tidak elok yang dipertontonkan malam itu”.

3. Mengabadikan Wajah Monas Di Malam hari!

Dan Keseruan yang terakhir pada liburan kami saat ini adalah mengabadikan Wajah monas pada malam hari. Tugu Monas terlihat sangat menawan dengan efek lampu yang bersinar.
Untuk kebersihan di dalam area monas tersebut masih tergolong bersih dan steril. Dan aku lihat jam ternyata sudah pukul 9 malam. oleh sebab itu aku mengajak semua srikandiku untuk balik dan pulang ke rumah.
Selama perjalanan pulang ke rumah, aku menyempatkan diri untuk makan malam sebelum anak anak ngantuk dan tidur.
Aku ajak anak anak untuk menyantap Pecel Lele Favorit keluarga kami di daerah duri kepa. Sambil menyantap makan malam, aku beserta istri bercengkrama soal Hotel OYO Town House tadi itu.
Keesokan Harinya, aku pun langsung mencari tau secara detail dan lengkap mengenai OYO HOTEL. dan Berikut akan aku Informasikan Review Mengenai OYO HOTEL

Tempatnya sepertinya Enak dan cocok untuk dijadikan Penginapan bersama ketiga srikandiku di masa mendatang.

Lokasi Sangat strategis dan semuanya telah ada di OYO TOWN HOUSE tersebut.

Ruangan Resepsionis yang profesional, elegan dan menawan. Rasanya diruangan ini tidak ada nuansa yang ribet dan bikin jenuh

Semua tertata dengan rapi, bersih dan wangi.

Sehingga menjadikan OYO HOTEL sebagai referensi terbaik cari hotel di jakarta!!

Ruangan Lobi OYO TOWN HOUSE ini sangat enak dan sedap dipandang mata ya? Kombinasi warna Merah pada pintu dan lantai sangat cocok dipadukan dengan Sofa abu abu.

Ada tanaman yang menambahkan efek segar pada mata. Sangat simple, minimalis dan elegan.

OYO TOWN HOUSE Jl Gunung Sahari ternyata telah dilengkapi dengan Lift. Jadi tidak ada ceritanya harus capek naik tangga.

Kini dengan Konfigurasi Lift di Hotel membuat pengunjung sangat nyaman dan betah.

Kamar Tidur OYO TOWN HOUSE ini sangat cocok bagi aku yang memiliki 3 anggota keluarga.

Tempatnya yang besar dan cenderung lega ini menjadi salah satu faktor “Aku ingin menginap di Hotel tersebut”

Kamar Mandi OYO TOWN HOUSE ini juga terbilang sangat besar ruangannya. dapat menjadi daya tarik tersendiri dengan air yang bersih dan segar.

Di Dalam Kamar Mandi tersebut telah disediakan “Handuk dan Sabun serta shampoo” yang bisa digunakan oleh pengunjung.

Begitu segar rasanya melihat air sejernih itu di dalam kolam OYO TOWN HOUSE. begitu menyenangkan ketika melepas rasa suntuk dengan cara berenang.

Ini adalasan aku ingin menginap di OYO Hotel karena sangat baik sekali.

OYO TOWN HOUSE juga menyediakan Parkir untuk kenraan mobil para pengunjung. jadi tidak perlu khawatir tidak mendapatkan parkir.

Kita bisa melakukan banyak aktifitas ketika memilih OYO sebagai penginapan kita. untuk OYO Town House Gunung Sahari Kita bisa:

Ke tempat wisata:

  • Kota Tua
  • Monas

Tempat Perbelanjaan:

  • Mangga Dua Square
  • WTC Mangga Dua
  • Harco Mangga Dua
  • ITC Mangga Dua
  • Plaza Atrium
  • Pasar Senen

Demikianlah Liburanku kali ini yang memberikan banyak manfaat sebagai pembelajaran dan literasi kepada sang buah hati. Semoga Bermanfaat.

Sumber:

  • Foto: Dokumen Pribadi, Pixabay & Foto OYO Town House
  • Banner: Original Fendi Haris