Pentingnya Konservasi Energi Secara Mandiri Terhadap Efek Gas Rumah Kaca

Ayo bersama hemat energi. Bukan pelit energi. Melakukan konservasi energi secara mandiri dimulai dari rumah. Membuat pengeluaran keuangan menjadi ramah. Tak hanya itu, dengan menghemat energi maka kita juga termasuk pribadi yang peduli pada negeri ini.

Berbicara soal energi memang menarik sekali terutama bagi para millenials yang memang membutuhkan informasi segar seputar iklim dan bumi. Ada banyak sekali peranan energi untuk perjalanan seluruh aktivitas di bumi ini. Baik di bidang komersial, industri, rumah tangga, hingga transportasi.

Ada beberapa tujuan kenapa kita perlu untuk bersama-sama sadar diri untuk melakukan konservasi energi yaitu diantaranya:

  1. Pembangunan Nasional Berkelanjutan
  2. Ketahanan Energi Nasional
  3. Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)

Semua tujuan tersebut memang sangat menarik untuk diulik. Pembangunan Nasional berkelanjutan yang dimaksud adalah untuk pertumbuhan ekonomi dan daya saing secara nasional yang meliputi dapat menurunkan intensitas energi, meningkatkan daya saing energi, menurunkan biaya produksi dan tentu biaya energi pun nantinya akan terjangkau.

Selain itu bertujuan untuk Ketahanan Energi Nasional dimana dapat menurunkan tingkat impor energi ke dunia international, mendorong diversifikasi energi dengan memaksimalkan EBT (Energi Baru Terbarukan), meningkatkan reliabilitas dan juga mengontrol demand energi.

Dan berikutnya adalah berperan penuh untuk Penurunan emisi gas rumah kaca. Ternyata, begitu berartinya energi untuk kita semua.

Emisi Gas Rumah Kaca

Tahukah anda, bahwa Gas Rumah Kaca (GRK) ini adalah salah satu pemicu terjadinya pemanasan global (global warming). Dimana menyebabkan perubahan iklim. Kemudian menyebabkan berbagai macam bencana alam.

Darimana ini semua terjadi? Ini terjadi karena pelepasan karbon atau CO2 ke atmosfer. Oleh sebab itu, baik indonesia maupun negara lain di dunia ini juga fokus terhadap permasalahan global ini.

Yang paling banyak menyumbangkan CO2 ini seperti pada asap kendaraan bermotor dimana bahan bakarnya berupa energi fossil. Kemudian contoh lainnya adalah saat memasak menggunakan gas elpigi. Dan juga listrik yang kita gunakan di dalam rumah juga begitu. Itulah sebabnya kenapa kita seringkali mendengar kata “Mari berhemat listrik”. Lantas bagaimana caranya?

Cara Berhemat Listrik Sebagai Bentuk Konservasi Energi

Sebenarnya ada langkah yang semua orang bisa melakukannya secara mandiri. Namun berkendala dengan keterbatasan informasi. Saya pun demikian, karena selama menjalani hidup berumah tangga, tidak ada sedikitpun memikirkan lebih jauh tentang menghemat energi di rumah.

Ada salah satu cara mudah untuk melakukan konservasi energi secara mandiri di dalam rumah yaitu dengan cara menggunakan aplikasi yang dipelopori oleh Kementrian ESDM – EBTKE yang bernama “Kalkulator Energi Rumah Tangga”

Aplikasi Kalkulator Energi Rumah Tangga

Aplikasi ini menurut saya sangat bermanfaat sekali terutama bagi yang minim informasi seputar cara menghemat energi. Ketika saya mencoba menggunakan aplikasi ini, saya dikejutkan dengan keakuratan data yang disertai juga tips untuk menghemat energi yang bisa dilakukan di dalam rumah.

Cukup unik saat menggunakan aplikasi kalkulator energi rumah tangga ini. Karena kita harus memasukkan data sesuai dengan rumah yang kita tempati. Misalkan: Ada berapa ruangan? Apa saja yang ada di ruangan tersebut? dan berapa ukuran ruangan tersebut?

Setelah memasukkan dengan sesuai, maka akan tertera juga beberapa hal energi yang dapat di hemat karena penggunaannya tidak efisien. Seperti saat saya mendapatkan pemberitahuan tentang apa saja yang harus dihemat.

Berikut Contoh Hemat Energi di dalam rumah

Penggunaan Air Conditioner (AC)

  • Wajib atau disarankan saat membeli AC, belilah AC yang telah memiliki label Hemat Energi. Biasanya ditandai dengan label bintang atau catatan pada bagian AC nya. Karena AC berlabel tersebut telah lolos uji dalam menghemat energi sebesar 40%.
  • Matikan AC jika telah selesai digunakan. Jangan menyalakannya jika tidak diperlukan.
  • Selalu atur suhu sesuai kebutuhan yaitu sekitar 24-26 derajat celcius.
  • Dapat menggunakan timer atau power save dalam hal mengatur pemakaian.
  • Dan jangan lupa untuk rutin membersihkan AC terutama pada bagian filter maupun kompresornya minimal 3 bulan sekali agar terbebas dari kotoran dan debu yang dapat mengakibatkan peningkatan daya listrik.

Untuk AC sendiri ada beberapa produk lokal yang telah lolos uji dan benar-benar hemat energi. Ini menjadi pertimbangan untuk anda jika ingin melakukan Konservasi Energi di rumah tangga melalui perangkat elektronik yang digunakan. Seperti berikut ini: TCL, Polytron, SANKEN, Uchida, Akari, Panasonic, LG, Coocaa

Penggunaan Lampu Rumah

  • Selalu mematikan lampu disaat selesai digunakan. Jangan biarkan lampu selalu menyala.
  • Pada siang hari diharap kurangi penggunaan lampu.
  • Membeli dan menggunakan Lampu hemat energi
  • Selalu gunakan titik lampu dengan daya yang rendah.

Dan berikut ini adalah produk lampu yang hemat energi yang bisa anda jadikan pilihan untuk pemakaian di rumah anda. Ada Lexicon, Electra Sakura, HORI, ACR Target, Atama, Flu Ro Trosse, Luxram, dan Elitech.

Televisi

  • Membeli TV dengan teknologi Hemat energi.
  • Selalu mengatur penggunaan TV sesuai kebutuhan.

Penggunaan Lemari Pendingin

  • Dapat mengisi secara normal dan tidak kepenuhan.
  • Selalu mengatur suhu sesuai dengan kebutuhan.
  • Jangan terlalu sering membuka pintu kulkas.
  • Jangan masukkan makanan dan minuman yang masih panas.

Penanak Nasi Elektronik

  • Jika ingin menanak nasi, direkomendasikan jika telah mendekati waktu makan.
  • Matikan setelah penggunaannya.

Jika semua hal tersebut telah dikerjakan dengan tepat penggunaannya, maka kita telah dapat untuk Konservasi Energi secara mandiri. Selain Konservasi Energi yang bisa kita lakukan, kita juga dapat menurunkan emisi gas rumah kaca dengan beberapa kegiatan berikut ini

Bersepeda

Walau di masa new normal trend bersepeda sedang berada dipuncak kejayaan dan terbukti juga sedang banyak dibilang yang ikut-ikutan, namun bagi saya itu justru baik untuk bumi ini terutama sejenak dapat mengurangi potensi emisi gas rumah kaca yang biasa didapati dari menggunakan motor atau mobil.

Namun jangan lupa untuk patuhi protokol kesehatan. Dan jika mau beli sepeda disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Jangan karena gaya-gayaan terus membuat kita boros keuangan.

Ke kantor Naik Busway

Aktivitas berikutnya adalah dapat menggunakan moda transportasi busway saat hendak bepergian atau bahkan ke kantor sekalipun. Karena dengan menggunakan busway maka kita telah terlibat aktif terhadap berbagai program pemerintah untuk menghadirkan solusi kemacetan dengan ramah lingkungan.

Memasak menggunakan Kompor Listrik

Alangkah baiknya kita investasi sedikit untuk membeli kompor listrik dibandingkan dengan kompor yang menggunakan gas elpigi. Hal itu tentu karena dapat membantu menurunkan tingkat pemasanan global yang disebabkan oleh gas elpigi tersebut.

Bentuk Konservasi Energi tersebut tentu dapat membuat kantong kita tidak bolong. Mudah sekali untuk dijalankan semua orang. Dan ini juga merupakan bentuk kepedulian untuk menolong. Terutama pada bumi dari global warming yang menyerang.

Investasi beralih ke PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya)

Selain melakukan konservasi energi di dalam rumah tangga, kita juga bisa untuk mencoba beralih menggunakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Harganya lebih mahal namun manfaatnya sungguh optimal. Tak hanya itu dengan beralih ke PLTS maka ketergantungan terhadap energi yang menimbulkan emisi gas rumah kaca akan tidak terjadi lagi.

Perlu diketahui bahwa sumber tenaga yang digunakan pada PLTS adalah tenaga surya yaitu matahari.

Dan saat kita kaji lebih lanjut, ini merupakan solusi untuk masa depan untuk tebebas dari ketergantungan yaitu dari energi fossil yang keberadaannya juga bisa habis dari waktu ke waktu.

Saya membayangkan semua orang dapat melakukan Konservasi Energi secara mandiri kemudian ikut andil terhadap memerangi Gas Rumah Kaca. Indonesia Bisa. Indonesia Pasti Bisa. Salam Energi.

Tutup Iklan
Close Ads