Esport di Indonesia! Musnahkan atau Lanjutkan

Esport di Indonesia! Musnahkan atau Lanjutkan ditulis oleh Fendi Haris Blogger Kebon Jeruk Jakarta Barat

Memasuki era digital Internet Of Things (iot) telah membawa banyak perubahan sehingga rasanya kini tidak ada lagi batasan ruang dan waktu. Terlebih pada urusan Kompetisi bergengsi yang akhir akhir ini semakin berkembang pesat yaitu Olahraga elektronik atau yang dikenal dengan sebutan ESPORT. Aku termasuk salah satu orang yang masih awam akan penyebutan kata itu ditelingaku, telingaku rasanya baru mendengar istilah tersebut. padahal konon katanya kata tersebut telah lama ada. telingaku seakan menolak, namun otakku berkata sebaliknya yaitu menerima. Dan menurutku, ini tidak baik jika antara telinga dan otakku tidak sejalan. karena bisa saja tiba-tiba aku membayar ongkos ojek online berlebihan, atau bahkan aku melupakan jalan pulang padahal sudah hampir sampai di rumah.

Oleh sebab itu penting bagi aku untuk melakukan sinkronisasi pada telinga dan otakku itu agar kedua organ tersebut menjalankan fungsinya dengan baik. dan salah satu cara paling manjur adalah “Mencari tahu informasinya dan menggali sedalam mungkin detailnya“. dan kini aku pun telah memahami apa itu ESPORT terutama yang ada di indonesia.

Jika pada jaman dahulu sekitar tahun 2000 saat aku masih ada di bangku menengah pertama (SMP), saat itu lagi tenar-tenarnya video gim seperti Tekken, Fifa 2000. semua anak di masa itu termasuk diriku sangat senang – senangnya bermain gim walau harus sewa per jam dengan patungan sama teman.

Aku bermain hingga tak kenal oleh waktu, sehingga orang tua pada khawatir atas perkembanganku. kemudian Dunia Gim telah musnah dari kehidupanku menjelang SMA. orang tua memberitahu bahwa apa yang aku lakukan tersebut sangat tidak berfaedah. Ditambah lagi nilai raport aku ketika kenaikan mengalami penurunan. Orang tuaku saat itu sontak memberikan Ultimatum agar jangan sekali-kali untuk bermain Gim lagi.

Mungkin bagi orang tua pada waktu itu, Gim hanya dapat merusak, membuat anak melupakan pelajaran dan memberikan efek negatif lainnya. Dalam hal ini, siapa yang harus disalahkan? siapa yang harus bertanggung jawab atas penorehan nilai minus di sekolah?

Pertanyaan tersebut sangat menggelitik sekali setelah aku yang dahulu mengalami pemusnahan Gim di kehidupanku, kini aku telah bertransformasi menjadi orang tua. jawabanku cukup sederhana: Pada zaman dahulu orang tuaku belum melakukan “Pengarahan yang sesuai, karena kesibukan dan hanya menyerahkan kepada sekolah” dan ini adalah penyakit yang hingga sampai saat ini menggerogoti banyak orang tua masa kini.

Jika kita melihat tayangan di televisi mengenai berita tidak elok antara murid dan guru, dimana murid dengan congkaknya berani sama gurunya, berani memukul gurunya, berani merokok di depan gurunya. namun yang terjadi malah: orang tua murid melaporkan sang guru ke polisi. itu yang terjadi jaman sekarang ini, jamannya para milenial. jamannya orang tua yang tidak sepenuhnya tua dari segi pikiran dan perilaku. seharusnya orang tua dapat menjadi figur menawan buat anaknya, mendampingi anaknya dan memberikan akses seluas-luasnya buat sang anak untuk mengembangkan diri dengan catatan Orang tua bersama-sama memonitor aktivitas sang anak.

Termasuk pada hobi baru anak dalam bermain Gim dimana saat ini sudah melalui koneksi internet dan gadget. orang tua saat ini memang harus membuka diri dan tidak kaku dalam mendidik anak. sehingga bermain Gim merupakan hal yang tidak menakutkan dan menjadi momok lagi bagi orang tua jaman sekarang.

Bermain Gim sebenarnya memiliki banyak manfaat seperti: Mengolah sensorik dan motorik, menentukan jalan keluar serta menemukan strategi yang juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. oleh sebab itu ESPORT bisa dikatakan juga sebagai Olahraga.

Walau menuai Pro dan Kontra, Esport harus disikapi dengan bijaksana tanpa harus dimusnahkan atau ditolak keberadaannya. Berhubung aku adalah seorang yang taat kepada negeri, aku mendukung penuh ESPORT di indonesia.

Jika memang ESPORT harus musnah, pasti Pemerintah Indonesia adalah GARDA TERDEPAN dalam menolak hal tersebut. namun tidak demikian, Pemerintah Indonesia Mendukung Penuh ajang Olahraga Elektronik ESPORT tersebut untuk dikembangkan dan dibesarkan lagi. Terbukti dengan Kompetisi yang diadakan Oleh Pemerintah merebut kejuaraan Presiden di tahun 2019 ini.

Bukan hanya pemerintah saja yang mendukung ESPORT di indonesia harus maju, Perusahaan besar dan startup dengan komunitas terbesar di indonesia juga menjadikan Ajang ESPORT sebagai wadah untuk mengolah potensi diri.

Dapat melatih Intelektual, Fisik, dan Psikologis

ESPORT menurutku dapat melatih intelektual, Fisik serta Psikologis. Tantangan dalam Gim harus segera diselesaikan sesuai misi yaitu menjadi pemenang. Oleh sebab itu dibutuhkan intelektual dalam bermain Gim dan ketika telah berhasil memenangkan Gim maka secara tidak langsung Psikologis juga akan menjadi bahagia. Sedangkan Fisik sendiri adalah menggunakan Otot tangan dan mata untuk bekerja dan aktif. sehingga otot otot tersebut dapat menjalankan fungsinya.

Dapat menemukan Jalan Keluar

Didalam permainan juga disajikan berbagai tantangan seperti susahnya melewati Stage dan Level. Sehingga harus berpikir Ekstra bagaimana caranya lolos dari level tersebut. dan ini juga dibutuhkan pemikiran yang sangat matang dan logis disertai kemampuan dalam menganalisa dan menentukan langkah yang harus diambil. Ketika lolos dan menang, maka dapat dipastikan mereka akan dapat menemukan solusi cepat, ketika dikehidupan nyata nanti mengalami  permasalahan hidup.

Suasana Hati yang Menggembirakan, Bahagia dan Positif

Suasana hati dapat memicu berbagai macam aktivitas dan tingkat produktivitas suatu insan terutama saat bekerja. ada banyak kasus, bahwa kebanyakan orang tidak produktif dikarenakan suasana hatinya sedang galau, sedih dan risau. Dengan bermain Gim adalah salah satu Obat penyemangat untuk kembali bahagia. sehingga efek yang ditimbulkannya pun memiliki sejuta manfaat. atau jika remaja sedang digempur dengan tugas sekolah maka membuat hati menjadi rileks adalah salah satu cara terbaik dan dengan bermain Gim adalah salah satu solusinya.

Meningkatkan Daya Nalar, Daya Ingat dengan Bernavigasi

Bermain Gim juga dapat meningkatkan Daya Nalar dan Daya Ingat. Jika Kita bermain Gim, disitu juga disajikan berbagai macam Jalan untuk mulai berselancar dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mencapai suatu tujuan. Dengan melatih hal ini, maka tidak diragukan lagi jika akan memperoleh gelar “CEKATAN”. hal itu diperoleh karena seringnya mengingat alur dan jalan dari suatu permainan.

Saling Berkolaborasi dan Bekerja Sama

Gim juga ada yang diatur dan dimainkan secara bersama-sama atau dikatakan sebagai Multi Player. Ini adalah tantangan bagaimana para pemain dituntut untuk saling bekerjasama dan bergotong royong. ketika telah terbiasa dengan perilaku positif ini maka dikehidupan nyata pasti para pemain akan memiliki perilaku sosial yang sangat baik di kehidupan bermasyarakat.

Dapat Mengharumkan Nama “Indonesia” di Kancah Global

Ketika sudah mahir dalam olahraga elektronik ESPORT di Indonesia, maka akan berpeluang untuk mengikuti kompetisi ESPORT di kelas international (Dunia). Dan Secara tidak langsung telah berkontribusi pada negara kemudian ketika dewi fortuna berpihak dengan kemenangan, maka dipastikan akan mengharumkan nama Indonesia di kancah global. ini juga bisa dikatakan sebagai Pahlawan Negeri masa kini.

Harapanku untuk Para Pemain: Jadilah Pemain yang Tangguh, Berbudi Pekerti Luhur yang dapat memajukan dan mengharumkan Bangsa Indonesia di Kancah Global melalui Kompetisi ESPORT INTERNATIONAL.

Harapanku untuk Para Orang Tua: Musnahkanlah Perilaku yang dapat memicu anak selalu terbatas dan tidak mengeksplorkan diri. Berikanlah akses selebar-lebarnya, tanpa harus kehilangan akses terhadap anaknya.

Akhir Kata:

Setelah mengetahui bahwa Bermain Gim memiliki banyak manfaat, maka Masih Pantaskah Esport Indonesia di musnahkan? menurut aku ESPORT DI INDONESIA WAJIB DI LANJUTKAN DAN DI KEMBANGKAN, Karena Indonesia merupakan pasar video gim terbesar di Asia Pasifik, dengan angka mencapai US$941 juta (sekitar Rp13 triliun). Dan Sekali lagi Yang Harus DIMUSNAHKAN adalah Sifat dan Perilaku membatasi Ruang Kreatifitas Pada Anak.

Ini beberapa Hal yang perlu digaris bawahi adalah:

  1. Bagi Pemain, Harus bisa bijaksana dalam mengatur waktu. mengetahui hakikat perbedaan sebenarnya antara HOBI dengan CANDU.
  2. Bagi Orang Tua, Berikan akses seluas-luasnya untuk anak mengembangkan potensi minat bakatnya melalui Gim Online ESPORT dengan selalu memonitor aktifitas sang anak.
  3. Bagi Pemerintah, Selalu menjadi GARDA TERDEPAN dalam perkembangan ESPORT di Indonesia

Disclaimers:

  • Artikel ini diikutsertakan ajang Lomba Blog (Blog Competition) yang diadakan oleh Paola ID November – Desember tahun 2019
  • Artikel ini Original dan telah Lolos Plagiasme dari Copy Scape.
  • Foto: Dari berbagai sumber
  • Infografis: Fendi Haris with Photoshop

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tutup Iklan
Close Ads