Menyulam Benang Emas di Era Bonus Demografi

Menyulam Benang Emas di Era Bonus Demografi merupakan angin segar dan peluang bangsa Indonesia untuk menjadi produktif menuju kekuatan ekonomi digital dunia ke 4 di tahun 2030.

Saat ini jumlah penduduk usia produktif kita begitu besar dan kita harus mempersiapkan mereka agar menjadi SDM yang terampil, siap menjawab tantangan ekonomi digital, bahkan hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. (Saat RAKERNAS)

Rosan P Roeslani

Ketua Umum Kadin, Kamar Dagang Indonesia

Menyulam Benang Emas di Era Bonus Demografi merupakan angin segar dan peluang bangsa Indonesia untuk menjadi produktif menuju kekuatan ekonomi digital di tahun 2030. Semua bisa terlaksana dengan mengkombinasikan dengan Sumber Daya Manusia yang Unggul. Banyak yang masih awam dan bertanya-tanya dengan kalimat era bonus demografi ini. Era Bonus Demografi merupakan sebuah jaman dimana usia produktif melonjak tinggi dibandingkan dengan usia non produktif. Usia produktif itu sendiri yakni usia 14 hingga 64 tahun, sedangkan yang non produktif adalah usia dibawah 14 tahun atau diatas 64 tahun (usia senja).

Indonesia sendiri akan berada di era bonus demografi itu sendiri yaitu dari tahun 2020 hingga 2030 (lebih tepatnya 10 tahun). Dan tinggal menghitung hari lagi kita akan memasuki tahun 2020 ini. Penting kiranya semuanya mempersiapkan dengan sungguh – sungguh bagaimana dalam ikut andil dan ambil peluang di era demografi ini.

Siapa saja yang masuk pada kategori “Harus mempersiapkan diri” di era bonus demografi ini? Jika melihat dengan rentang usia yaitu 14 tahun maka anak anak kita yang berusia 4 tahun di tahun 2020 nanti adalah generasi emas yang benar benar harus menjadi generasi produktif. Kemudian Generasi millennial seperti saya atau mungkin anda sebagai pembaca yang saat ini berumur diatas 14 tahun.

Bagi anak anak kita yang berusia 4 tahun, maka harus benar – benar dipersiapkan yakni dari sisi sumber daya manusianya terlebih dahulu. Karena umur 4 tahun merupakan umur yang sangat tepat dalam mendidik serta memberikan berbagai macam literasi yang dapat membangun sikap dan karakter anak di usia 4 tahun kedepan.

Anak umur 4 tahun acapkali meniru apa yang ia lihat, dengar dan kerjakan oleh sekitar. Dan dalam hal ini peran keluarga lah yang memiliki porsi terbanyak dalam mendidik generasi emas sebenarnya. Adanya ke kompakan antara ayah dan ibu di dalam lingkungan keluarga akan tercipta input yang positif bagi sang anak.

Suatu misal: Ayah dan ibu mengajarkan bagaimana tentang beribadah kepada tuhan yang maha esa, mengajarkan bagaimana menghargai anggota keluarga lainnya, mendidik anak dengan membaca dan menulis, memberi arahan mengenai penggunaan waktu yang tepat, serta memberikan contoh bijak dalam menggunakan berbagai fasilitas seperti Gadget, dan berbagai tontonan berkualitas di televisi. Secara eksplisit harus memberikan contoh nyata tanpa harus membuat anak anak takut.

Sehingga, ketika di tahun – tahun berikutnya memasuki bangku sekolah, maka anak telah memiliki modal dalam membentengi diri serta kesiapan diri dalam menampilkan output terbaik di sekolahnya. Anak tersebut dapat memberikan contoh bagi teman-teman sebayanya. Jika ini terjadi, maka ini telah masuk pada ranah Produktifitas anak.

Era bonus demografi pun berhasil dimanfaatkan pada generasi emas ini dan Sumber Daya Manusia sang anak telah unggul beberapa point, sehingga menghasilkan perilaku yang baik bagi sekitar. Beberapa hal produktifitas sang anak yaitu seperti:

  1. Dapat mengukir Prestasi dengan mengikuti kompetisi cerdas cermat,
  2. Dapat memperoleh beasiswa pendidikan,
  3. Menciptakan suasana belajar dikelas dengan nyaman dan menyenangkan
Selain keluarga sebagai faktor terbesar dalam mencetak generasi unggul, pemerintah juga mendapatkan peranan yang sangat penting. Menurut saya: Pemerintah harus lebih aktif lagi dalam terjun ke dunia pendidikan tingkat dasar dan memfasilitasi dengan optimal guna anak anak dapat berkembang dengan baik.

Pemerintah juga harus tidak serta merta membiarkan begitu saja sekolah tanpa adanya monitor yang berkelanjutan. Jika perlu ada sanksi tegas terhadap bentuk merugikan negara. Sebut saja contoh besar yakni: Bantuan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Berbagai macam kartu sakti untuk generasi emas yang masih banyak ditemui aktifitas penyelewengan di dalamnya.

Selain penyelewengan, faktor internal Guru disekolah juga harus di monitor oleh pemerintah terkait, agar sumber daya guru juga unggul, sehingga dapat memberikan contoh terbaik bagi generasi emas.

Menurut pemikiran dan pendapat saya selaku penulis, Salah satu agar Sumber Daya Guru itu unggul yaitu dengan cara memberikan penghidupan yang layak bagi guru dan Guru menjadi Prioritas Utama dari pemerintah Indonesia dalam penggerak utama mencetak generasi emas terbaik. Karena masih banyak ditemui di hampir seluruh Indonesia bahwasanya Guru masih banyak yang tidak mendapatkan penghidupan layak. Seperti guru honorer yang dibayar hanya 300 ribu dan itupun dibayar setiap 3 bulan sekali. Sungguh ironis dan ini realita.

Namun saya juga memiliki saran kepada para honorer di seluruh Indonesia, agar membuka diri dan mengambil peluang lainnya seperti misal berjualan secara online dan memanfaatkan internet sebagai pengais rezeki dan berdikari dalam urusan finansial. Bukannya saat ini memang zamannya internet? Guru Honorer yang saya maksudkan adalah mereka yang masuk pada kategori usia produktif, seperti guru di generasi millenial.

Selain mencetak generasi emas pada anak, maka penting kiranya membahas generasi millenial yang juga harus mempersiapkan diri di era bonus demografi ini.

Kenapa saya membahas generasi millenial? Karena generasi ini merupakan Generasi yang harus siap digempur dengan berbagai tantangan disrupsi digital seperti era revolusi industri 4.0.

Dimana generasi millenial juga merupakan faktor pendukung Indonesia maju yang notabene telah menjadi generasi produktif, inovatif dan kreatif. Generasi Produktif inilah yang telah banyak menyumbang dan berkontribusi pada negeri ini. Generasi ini pula yang berhasil menciptakan berbagai Ekonomi Kreatif menjadi sumber penghasilan utamanya.

Tidak perduli background pendidikan yang ditempuh seperti apa dan bagaimana, yang jelas telah berhasil mempersempit tingkat pengangguran dengan membuka lowongan pekerjaan sebanyak mungkin. Generasi Produktif ini dapat mengambil berbagai peluang dan menaklukkan berbagai tantangan yang terbentang seperti Disrupsi digital.

Generasi ini yang juga memanfaatkan Teknologi dari Revolusi Industri 4.0 yaitu kehadiran Internet Of Things dimana seluruh manusia bergantung kepada internet dalam menjalani berbagai pola kehidupan saat ini.

Kamar Dagang Indonesia (KADIN) juga memiliki data bahwasanya Ekonomi Kreatif di Indonesia telah banyak menyumbang PDB (Produk Domestik Bruto) dan dari tahun ke tahun persentasenya melonjak naik.

Pada tahun 2017 sebesar Rp. 1.000 Triliun, kemudian Tahun 2018 naik menjadi sebesar Rp. 1.105 Triliun dan diprediksikan tahun 2019 akan naik lagi menjadi sebesar Rp. 1.211 Triliun.

Ini menandakan bahwasanya di sektor Ekonomi Kreatif bisa jadi akan menjadi Tulang Punggung Bangsa Indonesia kedepannya terlebih di era bonus demografi yang terjadi dari tahun 2020 hingga tahun 2030. Dan tidak heran jika Indonesia di prediksikan pada tahun 2030 akan menjadi negara terkuat ke 4 dari sektor Ekonomi Digital.

Saat ini adalah pengujung tahun 2019 dan menghitung hari lagi akan memasuki era bonus demografi. Sehingga penting untuk memacu Ekonomi Kreatif terkhusus bagi Generasi Millenial yang pada umumnya adalah Generasi yang Inovatif, Kreatif serta dinamis.Memangnya meliputi apa saja sih Ekonomi Kreatif itu?

Sebenarnya ada banyak yang menjadi bagian Sub Sektor Ekonomi Kreatif yang bisa dijadikan peluang emas di era bonus demografi ini, namun saya akan membahas mengenai ekonomi kreatif yang selalu saya perhatikan perkembangannya dan berhubungan langsung dengan teknologi digital, karena saya sendiri pun terjun serta ambil bagian di salah satu sub sektor ekonomi kreatif tersebut.

Ekonomi Kreatif ini bisa dijadikan peluang emas bagi para millenial. Ekonomi Kreatif tersebut adalah Desain Produk, Fotografi periklanan, Pengembang Aplikasi & Permainan serta Penerbitan & Periklanan. Baik mari kita bahas satu persatu

  1. Desain Produk. Ini merupakan peluang emas di era bonus demografi. Karena sejatinya lahirnya para UKM dan Pengusaha dengan berbagai Produk terbaru mereka, pasti juga membutuhkan Desain Produk yang ciamik dengan tujuan sebagai branding dan agar produk yang dijual bisa memiliki nilai tinggi. Beruntung jika anda memiliki skill / kemampuan dibidang desain produk, karena penghasilan akan anda dapatkan dengan mudah.
  2. Fotografi Periklanan. Fotografi dan Periklanan juga merupakan bagian penting yang harus siap dijalankan oleh para pegiat dan pengusaha seperti UKM di Indonesia. Sebuah produk akan terkenal berkat adanya fotografi dan iklan yang telah mumpuni sehingga semakin banyak orang mengetahui sebuah produk maka semakin besar pula peluang menghasilkan penjualan.
  3. Pengembang Aplikasi dan Permainan. Di Indonesia sendiri telah lahir banyak start up atau unicorn baru dalam mengembangkan aplikasi yang bermanfaat untuk masyarakat. Biasanya pengembang aplikasi ini akan dicari perusahaan, organisasi maupun pemerintah untuk mengembangkan aplikasi berbasis digital sehingga kontrak kerjanya juga bisa terbilang sangat fantastis begitu juga untuk penghasilan yang didapat. Selain itu di dunia permainan, Kegemaran terhadap Olahraga elektronik atau E-Sports juga memberikan banyak manfaat salah satunya adalah bisa membuat nama bangsa Indonesia harum di kancah global saat bisa menjuarai kompetisi di tingkat internasional. Dan tentu penghasilan dari E-Sports ini juga terbilang menggiurkan.
  4. Penerbitan dan Periklanan. Di sub sektor inilah saya mengambil peluang emas. Saya termasuk Generasi Millenial dan merupakan seorang blogger, dimana dapat melakukan produktifitas dengan cara menulis konten. Penghasilan yang saya dapatkan yaitu dari Perusahaan, Organisasi, Pemerintah maupun UKM yang ingin menerbitkan dan mempromosikan segala bentuk seperti produk melalui tulisan di blog saya, atau bisa dikenal dengan sebutan Review Produk entah itu berupa Barang atau Jasa. Saya akan mengulas kembali lebih detail mengenai ekonomi kreatif sub sektor Penerbitan dan Periklanan ini. Karena Profesi ini, saat ini sedang digemari banyak Generasi Muda yang berpikir maju, Kreatif dan Inovatif. Menjadi Blogger juga Merupakan Peluang Emas Di Era Bonus Demografi ini. Karena menurut pendapat saya, menjadi blogger dapat membuat bangsa Indonesia ini maju. Kenapa? Blogger menulis secara professional, memberikan ilmu pengetahuan sehingga secara tidak langsung blogger dapat membangun karakter bangsa agar bisa unggul dan berdaya saing.

Jika menilik dari bagaimana peluang di era bonus demografi ini khususnya para Generasi Millenial yang cenderung Inovatif dan Kreatif, maka ini adalah saran dan pendapat saya untuk pemerintah saat ini hingga 5 tahun kedepan diantaranya:

 

  1. Pemerintah dapat membuka Lowongan Pekerjaan bagi para Generasi Millenial yang Kreatif seperti para Blogger. Salah satunya misal: untuk pembuatan konten artikel di blog. Karena saat ini yang saya simak, masih perusahaan dan UKM yang menggunakan Blogger untuk mempromosikan produknya. Alangkah menariknya, Jika pemerintah membuka peluang pekerjaan ini. karena pasti akan membuat Indonesia semakin produktif.
  2. Pekerjaan yang harus dikerjakan oleh Generasi Millenial yang kreatif (Blogger) ini, nantinya WAJIB memberikan literasi yang baik untuk membangun karakter bangsa melalui Tulisan sehingga dengan sendirinya SDM akan unggul karena efek dari membaca.
  3. Tulisan yang diangkat bisa seputar: Dunia Teknologi, Pendidikan, Finansial, Kenegaraan, Keagamaan maupun yang lainnya.
  4. Untuk meminimalisir adanya kenakalan blogger saat mendapatkan pekerjaan dari pemerintah ini, maka pemerintah ada kalanya untuk bekerjasama dengan Kominfo sehingga konten yang ditampilkan merupakan Konten yang mendidik dan sesuai SOP.
  5. Pemerintah memberikan sanksi tegas kepada Blogger yang tidak menjalankan pekerjaannya dengan baik.
  6. Ada Agenda Pertemuan Rutin entah Mingguan atau Bulanan antara Pemerintah dengan Para Pekerja Kreatif (Blogger) agar selalu bersinergi dan membenahi bangsa ini dengan bersama-sama. Jika dipecah berdasarkan Wilayah / Daerah maka ada Utusan yang tepat dan Sumber Daya Manusianya juga unggul dan mumpuni.
Secara garis besar mengenai apa yang saya bahas diatas merupakan Simbiosis Mutualisme antara sang Pekerja yang menjalankan profesi (Blogger) dengan Produsen / UKM (yang memproduksi sebuah produk untuk di jual) dan Pemerintah sebagai Tanduk Keberlangsungan Ekonomi Kreatif negeri ini.

Dan disinilah Manfaat dimana semuanya terlibat ambil Peluang di Era Bonus Demografi ini:

  1. Para UKM dapat memperoleh Benefit, Berkat Jasa Desain Produk, Fotografi dan Periklanan yang digunakannya.
  2. Para penerbit dan profesionalisme (Blogger) dapat Penghasilan, Berkat UKM yang memakai Jasanya
  3. Para UKM juga dapat berpeluang mendapatkan Investor.
  4. Pemerintah mendapatkan PDB karena aktifitas dari ekosistem antara UKM, Penerbit (Blogger) dan masyarakat.

Prosesi demikian merupakan bentuk bahwa Indonesia telah Produktif dari sektor Ekonomi Kreatif nya. Dan penting kiranya agar semua menyadari bahwasanya “Produktif saja tidak cukup” dan Harus dibarengi dengan “Sumber Daya Manusia yang Unggul”.

Ada pepatah yang mengatakan “Lebih sulit mempertahankan daripada meraihnya”. Kalimat ini bagi saya sangat benar sekali. Hal ini banyak ditemui pada produsen atau UKM yang awalnya sukses besar dan lambat laun menurun performanya bahkan bangkrut atau gulung tikar.

Penyebab utama bukan soal produktifitasnya, melainkan Sumber Daya Manusia nya yang masih belum benar-benar unggul. Oleh sebab itu penting kiranya para pengusaha baik Produsen maupun UKM untuk menggembleng diri dan para pekerjanya agar memiliki SDM yang unggul.

Menurut hemat saya, SDM yang unggul bisa diciptakan dengan cara berikut ini:

  1. Memiliki Keyakinan yang kuat terhadap tuhannya. Hal ini perlu diletakkan di Garda terdepan dalam menciptakan SDM yang Unggul. Karena ketika manusia takut kepada apa yang dilarang tuhannya, maka manusia itu akan selalu hati-hati dan berlaku baik selama berbangsa dan bernegara.
  2. Melalui berbagai macam Pelatihan. Pelatihan ini penting sekali karena dapat membuat para pekerja menjadi berkualitas dengan skill yang tinggi sehingga dalam pekerjaannya akan selalu efektif dan efisien.
  3. Memupuk kesadaran bahwasanya bekerja lebih mudah dibandingkan mencari kerja. Ini yang juga tidak kalah penting, karena biasanya para pekerja itu selalu santai ketika enak memperoleh pekerjaan dan biasanya akan bekerja asal asalan. Dengan memupuk kesadaran bahwasanya mencari kerja itu jauh lebih susah maka rasanya para pekerja tidak akan main main dan seenaknya lagi.

Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Produktif telah menjadi cita – cita bangsa Indonesia dari Hulu ke hilir yaitu dari Orang nomor 1 di Indonesia yakni Presiden, Pemangku Kepentingan, Masyarakat hingga keluarga.

Mari kita bersama-sama mempersiapkan dan memanfaatkan peluang emas dengan datangnya Era Bonus Demografi ini dan bergotong royong mewujudkan mimpi di tahun 2030 yaitu indonesia menjadi Ekonomi Terkuat ke 4 di dunia. Apakah Bisa? Tentu Bisa! Ya Saya yakin Indonesia akan Maju, Unggul dan Berdaya Saing.

Tutup Iklan
Close Ads