Kenapa harus malu menjadi Pengangguran Terselubung Walau Jenjang Pendidikan yang ditempuh adalah Sarjana Pendidikan Bimbingan Konseling / BK di Universitas Terkemuka di Surabaya. wow ini adalah kisah dan profesiku saat ini.

Aku terlahir di keluarga yang pada umumnya mayoritas menjadi seorang guru. ayahku, sepupuku dan family kerabat lainnya banyak yang berprofesi sebagai guru pendidik. sehingga tak heran jika orang tuaku mengarahkanku dan menyekolahkan aku di jenjang pendidikan untuk menjadi seorang guru.

Dari semenjak kuliah, aku orangnya sudah sangat senang sekali untuk berjualan. ingat betul bahwa aku waktu itu berjualan pulsa hingga menjual jasa pengetikan terutama pada teman sekelasku. dari situ lah ada ambisi dan kemauan kuat menikmati setiap transaksi halal yang aku lakukan dengan cara berjualan.

Ditempat aku tinggal yang namanya tenaga pendidik itu sangat banyak diminati. ribuan mahasiswa setiap tahunnya registrasi untuk mendapatkan bangku di jenjang pendidikan sesuai dengan kemauan dan keinginannya. bisa dibayangkan , jika setiap tahun ada ribuan yang masuk dan tiap tahun pula ada ribuan yang lulus dan selesai menempuh studi kemudian bergelar sarjana pendidikan.

Kurang lebih 4 tahun aku menempuh perkuliahan dan alhasil telah lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. namun setelah itu semuanya pada kebingungan entah harus bagaimana setelah ini dan harus ngapain setelah ini? dengan penuh semangat aku mencoba melamar untuk menjadi tenaga honorer di salah satu sekolah yang ada di kampungku.

lagi lagi nasib berkata lain, alih alih diterima yang ada malah ucapan “maaf pak, ditempat kami sudah penuh tenaga honorer. silahkan bapak mencari tempat atau sekolah lainnya”. ya begitulah, aku baru merasakan betapa susahnya mencari kerja. ah, baru 1 sekolah saja sudah mengeluh..

Dengan penuh semangat aku pun mencoba memasukkan surat lamaran kerja untuk menjadi tenaga honorer di setiap sekolah yang ada di tempat ku itu. dan alhasil semuanya memberikan jawaban yang sama yaitu intinya adalah sebuah “Penolakan..” wah aku sempat berpikir, lantas gimana nasib ribuan mahasiswa yang lulus setiap tahun itu ya? pasti nasibnya sama dengan aku. akupun tidak mau untuk menjadi Pengangguran.

pengangguran terselubung

Menjadi Pengangguran itu Tidak Enak

Kalimat tersebut tercurahkan pada hati aku bahwa Menjadi pengagguran itu tidak enak. betul sekali, saat aku nganggur, aktivitas aku cuma makan, tidur, dan facebook an. hehe, membosankan. apalagi jika sudah kena sentil orang tua mengenai pekerjaan. wah rasanya, pengen terbang saja ke planet mars untuk menatap bulan dengan dekat dan curhat padanya.. hehe

Aku memiliki seorang kakak yang menetap di jakarta pada saat itu. saat berkomunikasi dengannya aku bilang, bahwa aku masih menganggur. dan kakakku bilang “ayo kamu ke jakarta saja” siapa tau ada pekerjaan disini.

Sontak aku penuh semangat untuk segera berangkat ke ibukota jakarta. aku minta izin dan restu dari orang tua dan langsung deh berangkat dengan menaiki bus selama 24 jam atau 1 hari full. dan ketika dijakarta aku langsung membuka situs lowongan kerja dan mulailah aku melamar via online dan kemudian selang berapa hari ada yang merespon untuk interview.

Tidak Pengangguran Lagi dan Diterima Kerja

Saat interview aku langsung diterima dengan menempati posisi sebagai web iklan. ya tugasnya cuma ngiklanin produk di situs iklan baris dan sejenisnya. nah, dari situ lah aku mulai belajar banyak tentang website, iklan, dan jual online.

Lumayan bertahan hingga 3 tahun di perusahaan tersebut, aku mencoba melamar kerja ditempat lain namun berbeda posisi yaitu melamar sebagai Webmaster. Alhamdulillah akupun diterima.

lagi lagi aku belajar mengenai website dan memperdalam lagi mengenai mesin pencari google dan lainnya. bos sudah kadung suka pada kinerjaku, hingga saat aku ingin resign dan ingin mandiri akupun dihalang halangi agar tidak resign dulu.

Resign dan Menjadi Pengangguran Terselubung

Ada beberapa faktor aku resign dan menjadi pengangguran terselubung hingga saat dan detik ini aku menuliskan kisah ini. yang pertama adalah karena pada saat itu Anak pertamaku lahir dan aku ingin fokus membantu isteri. karena aku di jakarta sudah hidup berdua dengan isteri. kakak aku yang di jakarta telah pindah ke sidoarjo ikut suaminya. maka semuanya harus dilakukan bersama sama dan harus saling menguatkan satu sama lain.

Kedua, karena aku ingin mencoba mengolah kemampuan jualan online aku dan semuanya hasilnya juga untuk aku dan keluargaku. ya walau tiap bulan sudah tidak dapat gaji rutin lagi dan yang ada adalah mengandalkan pembelian dan tiap transaksi.

Ketiga, adalah aku tidak malu lagi menjadi pengangguran terselubung. kenapa dikatakan pengangguran terselubung?

Pengangguran Terselubung Versiku

Ada banyak penafsiran diantara semua orang mengenai kalimat pengangguran terselubung. menurutku pengangguran terselubung adalah sama antara pekerja namun dia berbeda dari penampilan, jam kerja, dan hasilnya. ini menurut versiku.

Seperti contohnya ya berjualan online menurutku ya pengangguran terselubung. lho kenapa? ya karena untuk berbisnis online memang tidak dibutuhkan pakaian resmi (pake kolor dan kaos oblong pun jadi), tidak butuh waktu yang statis (waktunya dinamis, misal orang kerja jam 9 pagi, ya bagi pengangguran terselubung itu bisa dikerjakan semaunya yaitu dari jam 1 siang misalnya). namun hasil lah yang menentukan semuanya.

Kalo kerjanya asal asalan ya hasilnya pun juga abal abal. ada banyak hal seperti membuat postingan 1 aja namun penting untuk google aku dibutuhkan waktu 3 hingga 6 jam. dan setelah itu aku bisa refreshing jalan jalan ala pengangguran. hehe..

Apakah Malu Menjadi Pengangguran Terselubung?

Apakah aku malu? jawabannya adalah alhamdulillah Tidak. kenapa? karena menjadi pengangguran terselubung itu enak dan tidak dibatasi oleh siapapun dan hasil yang didapat tentu halalan toyyibah.

Aku tidak memaksa orang untuk membeli produk, aku tidak menipu orang dengan kualitas produk yang aku jual dan harganya pun bersaing. aku jualan adalah sebagai wujud kepedulian aku terhadap bangsa indonesia agar degan semangatku ini aku bisa mengkerdilkan tingkat Pengangguran yang sebenarnya terjadi dan masih banyak di indonesia ini.

menjadi pengangguran terselubung

Produk apa yang aku Jual?

Produk yang aku jual adalah media promosi dan jasa digital printing. ini untuk produk yang juga bisa dibeli secara online maupun offline. yuk berkenalan dengan produk yang aku jual dengan mengunjungi link ini http://bannerportable.com kamu bisa bertemu aku langsung untuk kebutuhan alat promosi yang kamu butuhkan dan inginkan. bagaimana kualitasnya?

Tenang saja, produk ku adalah barang import. maaf untuk saat ini aku cuma bisa import barang dari luar negeri, padahal aku sangat menjunjung tinggi produk lokal. semoga nantinya aku bisa memproduksi sendiri dan merupakan cita citaku.

Bukan cuma itu saja produk yang aku jual, saat ini aku juga menjual jasa seperti jasa review website, jasa seo. tentu ini semua adalah sebagai penyalur hobiku semata.

Jangan Pernah Malu lagi untuk Menjadi Pengangguran Terselubung

Nah untuk temen temen dan pembaca semua, jangan pernah malu lagi ya untuk menjadi pengangguran terselubung. kita buktikan bahwa tanpa berpakaian resmi, tanpa di gaji oleh orang lain kita itu juga bisa melakukan aktifitas yang membanggakan seluruh keluarga dan bangsa indonesia.

Demikianlah Postingan mengenai Kenapa harus malu menjadi Pengangguran Terselubung. semoga bermanfaat.

Tutup Iklan
Close Ads